Visa mengumumkan bahwa mereka menghubungkan jaringan pembayarannya yang terdiri dari 60 juta pedagang dengan stablecoin USD Coin (USDC).
Sebagai bagian dari kemitraan ini, Circle akan bekerja sama dengan Visa untuk membantu mengintegrasikan USDC ke dalam platform penerbit kartu kredit terpilih. Kedua perusahaan berharap melalui integrasi ini mereka dapat menyediakan pembayaran internasional yang lebih cepat dan lebih murah. USDC dapat dikirim ke mana saja di dunia di mana Visa diterima.
Tim USDC juga berjanji untuk menerapkan solusi tingkat kedua yang akan mengurangi atau bahkan menghilangkan biaya secara signifikan. Keuntungan lain yang dinyatakan adalah nol komisi untuk membeli stablecoin melalui bursa Coinbase. Hal ini berpotensi mempermudah transfer USDC ke dan dari rekening bank.
USD Coin, stablecoin yang berjalan di blockchain Ethereum, memiliki total kapitalisasi pasar sebesar $2,9 miliar dan dipatok 1:1 terhadap dolar AS. Visa memperkirakan saat ini sekitar $120 triliun pembayaran dilakukan melalui transfer bank, yang masing-masing biayanya bisa mencapai $50. Pada blockchain Ethereum, biaya ini akan jauh lebih rendah dan kecepatan transaksi akan menjadi instan.
Visa sendiri tidak akan menyimpan USDC, namun akan mendukung penerbitan kartu kredit korporat yang memungkinkan bisnis mengirim dan menerima pembayaran dalam dolar AS langsung dari perusahaan mana pun yang menggunakan kartu tersebut.
Kartu ini dijadwalkan diluncurkan tahun depan, tanggal rilis pastinya belum diumumkan.
Berlangganan di ForkNews di Telegram untuk selalu mengetahui berita terkini dari dunia mata uang kripto
Baca juga
Visa meluncurkan platform identitas digital
Visa telah mengumumkan rincian produk digital baru yang sedang dipersiapkan untuk diluncurkan sebagai bagian dari Visa B2B Connect pada kuartal pertama tahun 2019.
Google Pay akan menambahkan dukungan untuk kartu Bakkt
Platform Bakkt mengumumkan bahwa kartu Debit Visa virtualnya akan tersedia di sistem pembayaran Google Pay.
