Keputusan Presiden Nayib Bukele untuk menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah tidak menyenangkan sebagian besar masyarakat.
Ratusan penduduk ibu kota El Salvador melakukan protes terhadap legalisasi Bitcoin. Mereka berpendapat bahwa pengenalan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dapat memperburuk krisis keuangan.
Asosiasi Pengangkutan Barang Internasional Salvador (ASTIC) menyerukan diakhirinya penerimaan wajib pembayaran untuk layanan dalam mata uang kripto dan mengancam akan mengenakan komisi tambahan sebesar 20% pada mereka yang membayar pengiriman BTC untuk melindungi dari volatilitas tinggi.
Para pengunjuk rasa juga takut akan diperkenalkannya Bitcoin ke dalam perekonomian dapat menambah bahan bakar bagi merajalelanya korupsi yang sudah terjadi di kalangan pejabat.
Surveiyang dilakukan oleh agensi Disruptiva dengan Universitas Francisco Gavidia pada bulan Juli menunjukkan bahwa sekitar 54% orang percaya bahwa adopsi Bitcoin adalah salah, 46% responden “tidak tahu apa-apa” tentang bitcoin, dan hampir 65% mengatakan bahwa mereka tidak akan membayar barang dalam mata uang kripto.
Berlangganan ForkNews di Telegram untuk terus mengikuti berita dari dunia mata uang kripto
Baca juga
Mengapa pasar mata uang kripto runtuh?
Para ahli mengidentifikasi dua faktor utama yang menyebabkan jatuhnya Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.
Pusat data pertambangan di Kazakhstan belum dapat memulihkan pekerjaan
Situasi di Kazakhstan secara bertahap mulai stabil. Setelah koneksi Internet pulih, beberapa pusat data mencoba memulihkan produksi mata uang kripto, tetapi tidak berhasil.
