Saat para pemimpin dunia memperdebatkan cara mengurangi emisi karbon, Solana telah menguraikan rencana realistis untuk mencapai netralitas karbon. Solana Foundation berencana meluncurkan program yang akan mendukung terciptanya jaringan validator ramah lingkungan.
Platform berjanji untuk melaporkan secara sistematis kepada komunitas tentang efisiensi energi dan keramahan lingkungan dari proyek tersebut.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, Solana ternyata lebih ramah lingkungan dibandingkan browser Google yang populer. Biaya satu transaksi dalam blockchain hanya 0,00051 kWh atau 1836 joule, yang lebih kecil dari konsumsi energi dua kueri Google, pengisian daya ponsel, atau konsumsi energi lampu LED per jam.
Meskipun konsumsi energi yang tinggi dan jejak karbon industri kripto dikritik secara aktif, Solana menunjukkan tren yang benar-benar baru dalam ruang kripto yang ramah lingkungan.
Berlangganan ForkNews di Telegram untuk terus mengetahui berita terbaru dari dunia mata uang kripto
Baca juga
IOTA dan Audi mengadakan perjanjian kemitraan
IOTA Foundation mengambil pendekatan yang sangat menyeluruh untuk meneliti solusi transportasi di blockchain. Oleh karena itu, berita utama seperti itu sepertinya tidak akan mengejutkan siapa pun.
Organisasi NEDO sedang mengerjakan sistem pertukaran data di blockchain
NEDO, organisasi pemerintah terbesar di Jepang yang didedikasikan untuk penelitian dan penerapan teknologi industri, dilaporkan sedang mengembangkan proyek yang akan memfasilitasi pertukaran informasi mengenai perdagangan nasional.
