Kementerian Pertanian Kyrgyzstan mengadakan presentasi pada hari Kamis tentang blockchain dan penggunaan teknologi ini untuk mengoptimalkan rantai pasokan di sektor pertanian, menurut situs resmi kementerian.
"Kementerian Pertanian, Industri Pangan dan Reklamasi Lahan Kyrgyzstan sedang melaksanakan sejumlah proyek untuk meningkatkan keamanan pangan. Saat ini perlu untuk menciptakan sistem keamanan pangan nasional yang akan menggunakan teknologi blockchain," kata Sekretaris Negara Kementerian Maksatbek Tashbolotov dalam pidatonya.
Perwakilan Central Asia International Sun Xiaodong mencatat bahwa penggunaan database terdistribusi dalam jaringan blockchain menyederhanakan pelaporan dan proses persetujuan, dan menguntungkan semua pihak yang terlibat. Central Asia International adalah pemrakarsa dan direktur teknis penerapan teknologi blockchain di sektor pertanian.
Hingga saat ini, proses persetujuan memerlukan pemeliharaan dokumen kertas terperinci oleh kontraktor yang berbeda. Blockchain akan memungkinkan para pihak untuk menyetujui persyaratan transaksi dan menandatangani dokumen, sekaligus mengurangi jumlah perantara dan dokumen. Sistem pertukaran data ini memungkinkan untuk menyusun rantai pasokan, mempertemukan operator, pembeli, operator gudang, dan pihak lainnya. Hal ini terutama penting untuk makanan dengan umur simpan yang pendek. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penerapan blockchain di sektor agroindustri dapat membantu petani mengatasi banyak permasalahan. Sistem ini menyederhanakan penjualan produk dan mengurangi jumlah perantara dalam rantai.
Untuk mencapai hasil yang diinginkan, jaringan blockchain yang sama harus mencakup semua peserta dalam rantai pasokan. Oleh karena itu, petani, pedagang, bank, pelabuhan, penyedia logistik, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya harus menggunakan satu antarmuka blockchain.
Pada bulan April tahun ini, sebuah laporan yang disiapkan oleh firma hukum John Tiner&Partners mencatat bahwa Kyrgyzstan memiliki sistem hukum yang ramah terhadap mata uang kripto dan blockchain yang mendorong pengembangan proyek DLT.
Baca juga
Putra CEO Google menjadi tertarik dengan penambangan Ethereum
Ketika komunitas cryptocurrency membahas adopsi, nama-nama organisasi besar dan eksekutif terkemuka sering kali muncul. Oleh karena itu, tak heran jika para pecinta kripto begitu heboh membahas pernyataan CEO Google Sundar Pichai yang mengumumkan bahwa putranya mulai tertarik dengan mata uang kripto yaitu Ethereum (ETH).
Mahkamah Agung Tiongkok mengakui keabsahan hukum catatan blockchain
Tiongkok terus menciptakan sejarah kriptonya sendiri, menerapkan kebijakan pelarangan mata uang kripto dan mendukung teknologi blockchain. Pekan lalu, Mahkamah Agung Kerajaan Tengah mengakui catatan di blockchain sebagai bukti yang dapat diandalkan.
