Sebuah laporan yang diterbitkan di California Climate Action Summit menguraikan lebih dari 65 cara blockchain dapat digunakan untuk memerangi masalah lingkungan hidup di dunia. Laporan tersebut menyatakan bahwa alih-alih membuat aplikasi dan perusahaan individual, pengembang harus menciptakan platform global baru untuk mengembangkan “sistem blockchain ramah lingkungan.”
Laporan tersebut, yang diterbitkan bersama dengan PwC dan Universitas Stanford, menyoroti beberapa tantangan lingkungan yang saat ini dihadapi oleh penduduk dunia. Ini termasuk perubahan iklim, polusi udara dan air, dan konservasi spesies hewan. Disebutkan juga bahwa blockchain memiliki potensi yang sangat besar untuk mengelola rantai pasokan dan menciptakan transparansi dan ketertelusuran yang lengkap. Blockchain dapat membantu menghilangkan perdagangan yang tidak etis di pasar, mengurangi biaya administrasi, meminimalkan risiko keamanan, dan membantu menghindari banyak tuntutan hukum.
Meskipun teknologi buku besar terdistribusi sering digunakan di sektor keuangan dan perbankan, laporan tersebut menemukan bahwa penerapannya dalam sistem lingkungan memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan, terutama di sektor energi.
Sheila Warren, kepala blockchain dan teknologi buku besar terdistribusi di World Economic Forum, percaya bahwa teknologi tersebut telah menunjukkan potensinya untuk mengubah model bisnis dan pemerintahan yang ada. Dia berkata: "Terlepas dari semua hype yang ada, ada banyak kendala yang perlu kita atasi. Teknologi ini masih dalam tahap awal, jadi sekarang adalah waktu yang tepat bagi para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam solusi blockchain yang akan bermanfaat bagi manusia dan planet ini."
Berdasarkan materi dari btcmanager.com
Baca juga
George Friedman mengatakan bahwa Blockchain akan menjadi usang
George Friedman, seorang analis geopolitik yang dihormati dan penulis The Next 100 Years: A Forecast for the 21st Century, menyatakan bahwa teknologi Blockchain pada akhirnya akan menjadi usang.
Mahkamah Agung Tiongkok mengakui keabsahan hukum catatan blockchain
Tiongkok terus menciptakan sejarah kriptonya sendiri, menerapkan kebijakan pelarangan mata uang kripto dan mendukung teknologi blockchain. Pekan lalu, Mahkamah Agung Kerajaan Tengah mengakui catatan di blockchain sebagai bukti yang dapat diandalkan.
