Kelompok kerja konsorsium teknologi blockchain yang terdiri dari IBM, IPG Reprise Digital, Omnicom Media Group, Publicis Media, GroupM, CoinDesk, MAD Network dan lainnya telah menyiapkan kertas putih yang membahas permasalahan terkait teknologi blockchain.
Antara lain: “Apa itu blockchain?”, “Bagaimana cara kerja blockchain?”, “Bagaimana cara menggunakan blockchain dalam periklanan?”, “Apa saja kegunaannya?” dan “Teknologi apa lagi yang akan muncul setelah blockchain?”
Selain menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kelompok ini merinci misi dan modus operandinya untuk merevolusi periklanan. Contoh pedoman yang disampaikan oleh konsorsium antara lain gagasan bahwa periklanan harus bebas dari pencurian, penipuan, kehilangan dan penipuan; bahwa industri periklanan harus benar-benar transparan dan dapat dipercaya agar bisa sukses; dan bahwa blockchain dan mata uang kripto adalah dua teknologi terpenting yang dibutuhkan untuk membawa periklanan ke level berikutnya.
“Meskipun sering diabaikan, periklanan mendanai penciptaan Internet,” kata Cristiana Cacciaputi, CEO AdLedger. “Pada tahap awal, pendekatan yang didukung iklan berperan penting dalam penerapannya, namun juga membuat kita rentan terhadap masalah yang dihadapi industri saat ini, yaitu iklan berlebihan dan kurangnya kontrol privasi konsumen.”
Baca juga
Ethereum menempati posisi pertama dalam peringkat blockchain Tiongkok, dan Bitcoin menempati posisi ketiga belas
Pada tanggal 17 Mei, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok menerbitkan peringkat blockchain di pasar mata uang kripto global berdasarkan tiga kriteria: teknologi, aplikasi, dan inovasi. Lima teratas adalah Ethereum, Steem, Lisk, NEO dan Komodo, semuanya menggunakan kontrak pintar untuk memproses informasi secara efisien dan aman dalam sistem terdesentralisasi.
Senat AS mengadakan sidang tentang penggunaan blockchain dalam bidang energi
Sidang mengenai energi dan sumber daya alam diadakan oleh Komite Senat AS pada tanggal 21 Agustus di Washington. Topik utamanya adalah blockchain dan teknologi terkait, serta kemungkinan penggunaannya di bidang keamanan energi. Komite juga mempertimbangkan kemungkinan kenaikan harga listrik akibat meningkatnya permintaan di industri pertambangan.
