Perusahaan perdagangan Tiongkok, Alibaba, telah mengajukan petisi ke Pengadilan Distrik Manhattan atas perintah terhadap penggunaan nama Alibabacoin yang melanggar hukum oleh perusahaan tersebut.
Hakim Paul Oetken tidak mengabulkan permintaan tersebut karena kurangnya alasan yang tepat. Keputusan dalam kasus Alibaba Group Holdings Ltd. v. Alibabacoin Foundation diputuskan pada tanggal 30 April 2018.
Pengadilan memutuskan bahwa penggugat tidak memberikan alasan yang sah untuk menangguhkan aktivitas Alibabacoin. Menurut hakim, meskipun Alibabacoin beroperasi di Amerika dan bukan di Dubai, keputusan pengadilan tidak akan berubah. Hakim Oetken juga membatalkan keputusan hakim lain pada tanggal 2 April yang menjatuhkan perintah sementara terhadap Alibabacoin.
Tergugat berpendapat bahwa pihaknya tidak bermaksud menggunakan reputasi perusahaan perdagangan Tiongkok untuk mempromosikan aktivitas mata uang kripto, sehingga klaim pelanggaran merek dagang tidak berdasar.
Gugatan pertama Grup Alibaba terhadap Alibabacoin diajukan pada tanggal 2 April 2018. Penggugat menuduh tergugat menggunakan merek dagang yang mana penggugat menggunakan merek dagang tersebut. mempunyai hak kepemilikan eksklusif. Secara khusus, tuduhan tersebut didasari oleh fakta bahwa CEO Alibabacoin Foundation, dalam salah satu pernyataan publiknya, menyebut perusahaannya Alibaba, bukan Alibabacoin, meski ia langsung mengoreksi dirinya sendiri.
Dugaan terdakwa sengaja menyebutkan nama perusahaannya agar menimbulkan kesan bahwa Alibaba Group telah memasuki pasar mata uang kripto. Perusahaan juga mengklaim bahwa Alibabacoin secara ilegal mengumpulkan $3,5 juta dari investor dengan mengorbankan reputasi Grup Alibaba. Namun, dalam dokumentasi teknis Alibabacoin tidak disebutkan Grup Alibaba, dan nama Grup Alibaba tidak digunakan saat mempromosikan ICO.
Dalam sebuah wawancara, CEO Alibabacoin Jason Daniel Paul Philippe menolak berkomentar apakah perusahaannya terhubung dengan Alibaba.
Berdasarkan materi dari https://btcmanager.com
Baca juga
Sementara KFC masih berpikir, Church's Chicken sudah menerima pembayaran mata uang kripto
Jaringan makanan cepat saji Amerika, Church's Chicken, telah mulai menerima pembayaran Dash di Venezuela, kata perusahaan itu dalam pengumuman resmi di Facebook. Cryptocurrency diterima di 10 restoran Church's Chicken. Dash telah melakukan transaksi pertamanya dengan Church's Chicken dan mengunggah video tentangnya di saluran YouTube resminya. Restoran ini mengklaim sebagai jaringan makanan cepat saji global pertama yang merangkul digital.
Spanyol akan memberikan keuntungan pajak kepada perusahaan blockchain
Menurut Bloomberg, Partai Rakyat Spanyol sedang mengembangkan undang-undang yang akan memberikan insentif pajak bagi perusahaan yang bekerja dengan blockchain. Proyek ini diharapkan mulai berlaku tahun ini
