Christopher Eve, yang dikenal luas karena menuntut polisi datang dan menangkap dirinya sendiri karena sumbangan kripto ke Snowden Foundation, sedang menunggu persidangan atas tuduhan kejahatan dunia maya dan upaya pemerasan, serta pencurian data kartu kredit.
Dalam dakwaan itu sendiri tidak ada kata “bitcoin” atau penyebutan Snowden, meskipun Yves, seorang anarkis dan penggemar kripto, meminta untuk menahannya justru karena alasan-alasan ini. Sidang pengadilan akan berlangsung pada 1 Mei dan akan berlangsung 5 hari. Baik pihak penuntut maupun Yves sendiri tidak mengomentari situasi ini.
Christopher Yves menjadi terkenal di Amerika Serikat ketika dia secara terbuka memprotes keputusan Barack Obama mengenai penerapan sanksi pribadi terhadap peretas asing tiga tahun lalu.
Resolusi sanksi memberikan hak kepada pemerintah untuk menyita aset siapa pun yang melakukan atau mendukung serangan siber di Amerika Serikat dari luar negeri jika tindakan tersebut menimbulkan ancaman nyata terhadap keamanan negara.
Kemudian Yves melihat dokumen baru ini, sebagai instrumen yang melarang dukungan moneter apa pun kepada Edward Snowden. Pada saat pernyataan Christopher dibuat, dia telah berada di wilayah Federasi Rusia selama sekitar tiga tahun.
Penggemar kripto menyatakan protesnya denganmengirimkan 33 sen Bitcoin ke Snowden Foundationdan mempublikasikannya secara luas di jejaring sosial. Hal ini menghasilkan banyak sumbangan ke yayasan, dan pers menjadi sangat tertarik pada Christopher sendiri. Namun kemudian tidak ada yang ditangkap, yang membuat Yves kecewa.
Menurut perwakilan kantor kejaksaan, Christopher melanggar hukum sebulan setelah protes, yakni mencoba memeras korban serangan hacker. Sang programmer juga dituduh menyimpan informasi dari 17 kartu kredit yang ia curi pada musim semi tahun 2016.
Baca juga
Akankah Gereja Monero menjadi meme?
Gereja Monero, yang mengadakan “upacara ritual” mingguannya di Telegram, telah beroperasi selama empat bulan. Inti dari ritual ini sederhana: pengguna Monero saling mengirim lima dolar dalam bentuk XMR dua kali seminggu, menyebutnya sebagai “lingkaran kepercayaan.” Saat ini gereja memiliki sekitar 60 anggota, namun belakangan ini jumlah mereka mulai bertambah secara signifikan.
Pernahkah Anda mendengar tentang penipu yang berpura-pura menjadi selebriti? Bagaimana dengan sebaliknya?
Finlandia jarang menjadi berita utama mengenai penipuan bitcoin, namun saat ini hal itu benar-benar terjadi. Seorang aktor Thailand, Jiratpisit Jaraviyit, menipu warga negara Finlandia berusia 22 tahun Aarni Otava Saarimaa dengan sejumlah besar bitcoin. Selebritas sering kali digunakan untuk melakukan penipuan mata uang kripto, dan hal sebaliknya belum pernah terjadi sebelumnya.
