Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-26 belum berakhir, dan regulator Swedia sudah menyerukan larangan penambangan mata uang kripto di UE, sebagai ancaman terhadap implementasi perjanjian internasional.
Menurut inspektorat keuangan Swedia, menambang aset kripto menggunakan algoritma Proof-of-Work terlalu boros energi dan meningkatkan ancaman perubahan iklim. Di bawah tekanan publik, para penambang mencoba beralih ke sumber terbarukan, namun situasi ini mengancam kekurangan listrik di wilayah Skandinavia.
Di satu sisi, penambangan mata uang kripto secara drastis meningkatkan jejak karbon di atmosfer. Di sisi lain, hal ini mengancam sektor perekonomian lainnya dengan kelangkaan energi.
Menurut regulator, industri pertambangan perlu beralih ke metode penambangan yang lebih ramah lingkungan yang akan mengurangi konsumsi energi sebesar 99,95%. Sebelum masalah ini diselesaikan secara radikal, Swedia mengusulkan:
- Pertimbangkan larangan di tingkat UE terhadap penambangan mata uang kripto PoW;
- Mengambil tindakan tegas untuk membatasi pengembangan penambangan kripto menggunakan metode intensif energi;
- Larang menyebut produk yang ditambang dengan penambangan PoW, dengan menyatakan atau menjualnya sebagai produk yang aman.
Berlangganan ForkNews di Telegram untuk terus mengetahui berita terbaru dari dunia mata uang kripto
Baca juga
Penambangan Ethereum lebih menguntungkan daripada penambangan Bitcoin selama tujuh bulan
Penambangan Ethereum tetap lebih menguntungkan dibandingkan menambang mata uang kripto pertama selama tujuh bulan berturut-turut.
CEO perusahaan pertambangan menghilang dengan $35 juta
Menurut Newsweek, Le Minh Tam, CEO startup penambangan cryptocurrency Vietnam, Sky Mining, menghilang pada 26 Juli, membawa serta $35 juta dalam investasi klien.
