Investor seperti Warren Buffett atau orang lain yang percaya bahwa "investasi nilai" masih ada di zaman pasar terpusat mungkin membenci mata uang kripto yang "tidak rasional", "pada dasarnya tidak berharga", tetapi pedagang yang berspekulasi tentang volatilitas dan benar-benar menghasilkan uang sangat optimis terhadap bitcoin.
Misalnya, miliarder dana lindung nilai Alan Howard menginvestasikan dana pribadinya dalam jumlah besar dalam mata uang kripto tahun lalu dan berencana untuk menginvestasikan lebih banyak uangnya sendiri dalam aset digital dan teknologi blockchain tahun ini, lapor Bloomberg.
Selain itu, mitranya di dana Brevan Howard Asset Management, yang ia dirikan bersama, juga berinvestasi secara independen dalam mata uang kripto. Namun, investasi tersebut dilakukan dari dana pribadi, tanpa menggunakan modal $9,1 miliar dari dana tersebut, karena perusahaan tidak menggunakan uang klien untuk investasi tersebut.
Howard telah membawa para ahli untuk mengerjakan inisiatif aset digital guna merencanakan langkah selanjutnya dengan lebih baik. Dia bisa berinvestasi di modal swasta perusahaan blockchain atau berpartisipasi dalam ISO. Hal ini akan bermanfaat saat ini, mengingat penurunan harga mata uang kripto baru-baru ini.
Tentu saja, ketertarikan Howard terhadap mata uang kripto kontras dengan permusuhan dari banyak tokoh keuangan, mulai dari Jamie Dimon hingga Warren Buffett. Di sisi lain, pendukung mata uang kripto "generasi baru" telah bermunculan, termasuk mantan manajer Fortress Investment Group LLC Mike Novogratz dan miliarder Mark Cuban dan Peter Thiel.
Hedge fund Brevan Howard mengalami kinerja tahunan terburuk tahun lalu sebagian besar karena kurangnya volatilitas di tengah stimulus bank sentral yang menghambat para pedagang untuk menghasilkan uang, namun dana tersebut bernasib lebih baik sejak awal tahun 2018 karena volatilitas akhirnya kembali lagi.
Berdasarkan materi dari https://www.zerohedge.com
Baca juga
Rapper ini akan membangun kota kripto, melepaskan mata uang kripto, dan membantu anak-anak di Afrika
Rapper, komposer, dan produser musik Amerika Akon bermaksud merilis cryptocurrency Akoin untuk membantu masyarakat Afrika. “Saya pikir blockchain dan mata uang kripto dapat membantu Afrika dalam banyak hal karena memberikan kekuasaan kembali ke tangan masyarakat, membuat sistem mata uang aman, dan juga memungkinkan masyarakat untuk berkembang,” kata penyanyi tersebut.
Snowden mendukung mata uang kripto, tetapi mengkritik algoritmanya
Dalam wawancaranya dengan Ben Wiesner dari Proyek ACLU, Edward Snowden beberapa kali menekankan pentingnya kebutuhan mata uang kripto agar masyarakat percaya akan nilainya. Mata uang fiat pada dasarnya tidak sebanding dengan nilai nominalnya. Pemerintah yang menerbitkan mata uang bertindak sebagai penjamin nilai nominalnya.
