Grup Bank Pembangunan Islam (IsDB) bermitra dengan startup Tunisia untuk mengembangkan serangkaian alat antar bank berdasarkan teknologi blockchain.
IsDB, yang akan melaksanakan proyek ini melalui anak perusahaannya, Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD), bertujuan untuk membuat kerja sama antara bank konvensional dan Islam cepat dan efisien, sekaligus mematuhi norma-norma Syariah.
Institut ini telah menandatangani perjanjian dengan iFinTech Solutions Tunisia, sebuah perusahaan penasihat investasi yang berfokus pada solusi keuangan alternatif berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Kerja sama tersebut dimaksudkan untuk memecahkan masalah relatif kurangnya bank syariah di kancah dunia dan terbatasnya kapasitas lembaga pembiayaan yang disediakan oleh bank sentral internasional.
Penggunaan teknologi blockchain akan menciptakan platform yang membuat pembayaran lintas batas menjadi cepat, murah, dan transparan.
Arab Saudi secara tradisional meniru banyak yurisdiksi Islam lainnya dalam mempertahankan pendirian resmi yang menghindari risiko terhadap mata uang kripto sambil memperjuangkan teknologi blockchain yang inovatif.
Perdebatan mengenai kompatibilitas industri ini dengan Islam masih berlangsung, dan beberapa negara menganut posisi konservatif, yang menjadi semakin kurang populer. Arab Saudi berencana meluncurkan mata uang kripto miliknya, yang sedang dikembangkan bersama dengan UEA.
Baca juga
Huawei akan meluncurkan layanan di blockchain
Huawei baru-baru ini mengumumkan peluncuran Cloud Blockchain Service (BCS). Peluncuran ini merupakan langkah lain perusahaan menuju industri blockchain. Pada bulan Oktober tahun ini, Huawei meluncurkan layanan komersial untuk pengguna Tiongkok.
Bitmain melanjutkan ekspansi ke Swiss
Perusahaan Beijing, Bitmain, saat ini merupakan produsen perangkat penambangan terbesar. Desember lalu, proyek Swiss “Zug Crypto Valley” memasukkan Bitmain dalam daftar pesertanya
