Dua bersaudara di balik platform Africrypt telah menyatakan mereka tidak bersalah dalam pencurian 69,000 BTC.
Pencurian 69.000 BTC dari platform investasi Africrypt telah disebut sebagai salah satu insiden terbesar di dunia mata uang kripto. Setelah diam lama, pendiri Africrypt, Kage bersaudara, dengan tegas menyangkal partisipasi mereka dalam penipuan tersebut dan mengatakan bahwa platform tersebut diretas oleh peretas.
Pengacara mereka mengatakan kliennya tidak menghubungi polisi karena ancaman yang diterima keluarga mereka, namun melaporkan peretasan tersebut kepada investor. Para pendiri siap bekerja sama dalam penyelidikan.
Penyelidikan menunjukkan bahwa Bitcoin dikirim melalui mixer dan pool, sehingga sulit untuk menemukan dana. Saat ini, aparat penegak hukum belum bisa melacak jalur pasti penarikan mata uang kripto tersebut dari platform.
Saat ini, penyelidikan tidak memiliki fakta yang mendukung atau menentang klaim Keiji bersaudara bahwa mereka adalah korban peretasan.
Berlangganan ForkNews di Telegram untuk terus mengikuti berita dari dunia mata uang kripto
Baca juga
Perusahaan-perusahaan besar Jepang membeli pertukaran kripto yang diretas
Di Jepang, yang dianggap sebagai pasar kripto terbesar di dunia, sebuah tren baru telah muncul. Konglomerat besar membeli platform perdagangan aset digital yang diretas untuk memasuki pasar.
Asosiasi Pertukaran Mata Uang Kripto Jepang akan memperketat peraturan mandiri
Sebagai akibat dari serangan peretas lainnya yang terjadi pada awal September, sekelompok operator pertukaran mata uang kripto berencana untuk memperketat langkah-langkah pengaturan mandiri yang harus dipatuhi saat mengelola aset klien.
