SBI Ripple Asia merupakan konsorsium yang akan menjajaki penggunaan teknologi buku besar terdistribusi (DLT) untuk sekuritas.
Konsorsium ini merupakan perusahaan patungan antara perusahaan investasi Jepang SBI Holdings dan Ripple Labs, yang mengembangkan protokol perdagangan Ripple. Konsorsium ini bertujuan untuk mempertemukan 18 perusahaan perdagangan sekuritas untuk meneliti dan mengkomersialkan teknologi baru, khususnya DLT, guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional.
Perusahaan yang akan berpartisipasi dalam inisiatif ini termasuk perusahaan ternama SBI Securities, Daiwa Securities, dan Nomura Securities. Selain itu, SBI Ripple Asia mengumumkan bahwa konsorsium akan membentuk kelompok kerja implementasi DLT untuk mengeksplorasi lebih jauh teknologi blockchain.
Melalui inisiatif ini, SBI Ripple Asia bermaksud untuk mempromosikan penggunaan teknologi blockchain dalam penyediaan layanan keuangan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh CoinDesk, SBI Ripple Asia mengadakan acara yang sukses pada bulan Maret lalu di mana 47 bank menggunakan protokol transaksi Ripple untuk transaksi antar bank.
Berdasarkan materi dari https://www.coindesk.com
Baca juga
AS menjatuhkan sanksi terhadap mata uang digital Venezuela
Presiden Trump telah menjatuhkan sanksi tambahan terhadap pemerintah Venezuela dalam upaya memblokir mata uang digital baru rezim tersebut, yang oleh para pejabat AS disebut sebagai "penipuan" yang digunakan untuk menghindari sanksi ekonomi sebelumnya.
ID Wajah rusak? Dapatkan iPhone X baru
Teknologi perlindungan ID Wajah baru, yang diiklankan pada presentasi iPhone X, tidak berfungsi. Apple akan mengganti iPhone X secara gratis jika teknologi pemindaian wajah 3D-nya gagal.
