Wakil Perdana Menteri Singapura Tharman Shanmugaratnam mengatakan belum ada alasan untuk memberlakukan larangan mata uang digital di negara kota tersebut. Pada saat yang sama, Bank Sentral Singapura sedang mempelajari potensi risiko yang terkait dengan pasar mata uang kripto, lapor Reuters.
Untuk pertanyaan terkait nasib pasar mata uang kripto dari anggota parlemen Singapura, Tharman menjawab bahwa masih terlalu dini untuk memprediksi apa pun. Perdana Menteri percaya bahwa mata uang digital adalah sebuah eksperimen, dan jika ini benar-benar terjadi, kita tidak akan mengetahui konsekuensinya untuk waktu yang lama.
Tharman Shanmugaratnam juga mencatat bahwa Otoritas Moneter Singapura (MAS) dengan cermat mempelajari semua masalah yang terkait dengan pasar mata uang kripto.
Ingatlah bahwa MAS sebelumnya menyarankan warga Singapura untuk sangat berhati-hati saat berinvestasi dalam mata uang kripto. Perwakilan MAS juga menyatakan bahwa Bitcoin tidak akan menyebabkan krisis keuangan, seperti kebangkrutan Lehman Brothers pada tahun 2008.
Berlangganan berita kami di Telegram
Baca juga
Korea Utara akan menjadi tuan rumah konferensi kripto
Radio Amerika Free Asia melaporkan bahwa Korea Utara berencana mengadakan konferensi tentang teknologi blockchain dan mata uang kripto, yang akan menghadirkan pembicara dari seluruh dunia. Konferensi ini akan berlangsung dari 1 hingga 2 Oktober di Pyongyang. Pertemuan peserta konferensi dengan perwakilan organisasi pemerintah Korea Utara juga direncanakan pada 3 Oktober.
Viber akan merilis cryptocurrencynya sendiri
Hiroshi Mikatani, manajer puncak perusahaan Jepang Rakuten, mengatakan pada konferensi MWC 2018 di Barcelona bahwa peluncuran cryptocurrency dari Viber sudah dekat. Jelas bahwa perusahaan tidak berniat ketinggalan dari pesaingnya Telegram, yang telah mengadakan ICO kedua dari cryptocurrency GRAM-nya.
