Wakil Perdana Menteri Singapura Tharman Shanmugaratnam mengatakan belum ada alasan untuk memberlakukan larangan mata uang digital di negara kota tersebut. Pada saat yang sama, Bank Sentral Singapura sedang mempelajari potensi risiko yang terkait dengan pasar mata uang kripto, lapor Reuters.
Untuk pertanyaan terkait nasib pasar mata uang kripto dari anggota parlemen Singapura, Tharman menjawab bahwa masih terlalu dini untuk memprediksi apa pun. Perdana Menteri percaya bahwa mata uang digital adalah sebuah eksperimen, dan jika ini benar-benar terjadi, kita tidak akan mengetahui konsekuensinya untuk waktu yang lama.
Tharman Shanmugaratnam juga mencatat bahwa Otoritas Moneter Singapura (MAS) dengan cermat mempelajari semua masalah yang terkait dengan pasar mata uang kripto.
Ingatlah bahwa MAS sebelumnya menyarankan warga Singapura untuk sangat berhati-hati saat berinvestasi dalam mata uang kripto. Perwakilan MAS juga menyatakan bahwa Bitcoin tidak akan menyebabkan krisis keuangan, seperti kebangkrutan Lehman Brothers pada tahun 2008.
Berlangganan berita kami di Telegram
Baca juga
Google akan kembali mengizinkan iklan cryptocurrency pada bulan Oktober
Menurut CNBC, Google telah mengadopsi kebijakan baru yang menyatakan bahwa mereka akan mengubah pandangannya tentang iklan yang terkait dengan cryptocurrency dan akan mengizinkan beberapa jenis iklan tersebut. Facebook membuat keputusan yang sama pada bulan Juni.
Pejabat Bulgaria menerima suap dalam bentuk Bitcoin dari Ukraina
Dua pejabat pemerintah Bulgaria telah ditangkap atas tuduhan menerima suap mata uang kripto sebagai imbalan atas penerbitan paspor Bulgaria secara ilegal kepada warga negara asing.
