Unit Kejahatan Dunia Maya Kepolisian Filipina telah menangkap 8 orang yang diduga melakukan penipuan transaksi Bitcoin. Juga ditangkap adalah 480 warga negara Filipina yang bekerja di sebuah call center yang digunakan untuk membujuk orang-orang untuk melakukan investasi. Kementerian Luar Negeri Israel sedang menyelidiki kasus ini.
Di antara korban adalah warga negara Selandia Baru, Rusia, Australia, dan Afrika Selatan. Dua pensiunan Australia yang menjadi korban penipuan online terbang ke Filipina khusus untuk mendapatkan kembali tabungan mereka.
“Saya mengklik iklan Bitcoin online dan segera menerima telepon yang meminta saya untuk menginvestasikan $250 dalam mata uang kripto, kemudian meminta akses ke rekening bank untuk meningkatkan jumlah investasi, dan sebagai hasilnya mereka menarik semua uang dari semua kartu bank,” kata salah satu korban. Korban kedua kehilangan setengah juta dolar Australia.
Menurut pengadu, para penipu mendirikan perusahaan dan mempekerjakan warga Filipina untuk melakukan aktivitas mereka.
Untuk mendapatkan kepercayaan para korban, orang-orang Israel yang giat terlebih dahulu mentransfer keuntungan yang seharusnya mereka peroleh, lalu menipu dana dan informasi rekening bank mereka.
Pegawai call center mengaku mengetahui cara kerja skema tersebut, namun takut kehilangan pekerjaan.
Menurut polisi, perusahaan penipu tersebut telah beroperasi sejak tahun 2017 dan memiliki 527 karyawan bahkan telah mendapat izin untuk menyediakan layanan teknis, pengembangan desain web, dan optimasi mesin pencari.
Menanggapi pernyataan para korban, otoritas setempat memulai penyelidikan dan penangkapan para penjahat.
Berdasarkan materi dari ynetnews.com
Baca juga
Wali Mt.Gox menjual cryptocurrency lagi
Wali amanat dari perusahaan bangkrut Mt.Gox, pengacara Jepang Nobuaki Kobayashi, yang lebih dikenal di komunitas cryptocurrency sebagai “The Whale of Tokyo,” menarik lagi 25,98 miliar yen ($230 juta) dari penukar mata uang kripto Bitcoin dan Bitcoin Cash.
Kota di Kanada memberikan Bitcoin kepada pemeras
Kota Midland di provinsi Ontario telah memutuskan untuk membayar uang tebusan kepada peretas, yang mereka minta kunci dekripsi dari malware yang memblokir jaringan komputer kota tersebut.
