Seorang penduduk Tomsk menjadi korban perampok dan tidak hanya kehilangan harta bendanya, tetapi juga aset kripto miliknya senilai hampir 365 juta rubel.
Pria 24 tahun itu ditemui dua orang perampok bertopeng bersenjata saat keluar apartemen. Di bawah todongan senjata, pemuda tersebut terpaksa kembali ke apartemen.
Di sana para perampok memaksanya untuk mentransfer 85 bitcoin ke dompet mereka, dengan “anggun” meninggalkan 5 koin di rekening pemiliknya. Pada nilai tukar saat ini, jumlah kendaraan militer yang dicuri adalah 364.159.540 rubel. Setelah itu, korban diikat dengan selotip dan ditahan di sana selama 8 jam, menunggu komplotannya memastikan penarikan dana. Saat hendak pergi, para perampok juga merampas laptop, ponsel pintar, dan uang tunai pemilik apartemen.
Korban berhasil melepaskan diri dari ikatannya setelah perampok pergi dan menelepon polisi.
Petugas penegak hukum segera menahan salah satu tersangka, yang hanya mampu mengembalikan Bitcoin senilai 36 juta rubel. Lokasi sisa mata uang kripto dan keadaan insiden sedang diklarifikasi melalui penyelidikan. Belum jelas dari mana pelaku mendapatkan informasi mengenai mata uang kripto tersebut dan tempat tinggal korban. Namun, bagaimana pemiliknya sendiri bisa mengumpulkan 90 bitcoin juga tidak jelas. Pemuda tersebut resmi menganggur.
Berlangganan ForkNews di Telegram untuk terus mengetahui berita terbaru dari dunia mata uang kripto
Baca juga
Meta memungkinkan iklan produk kripto di Facebook dan Instagram
Perwakilan perusahaan mengatakan bahwa berkat perubahan baru ini, sejumlah besar perusahaan cryptocurrency dan blockchain akan dapat beriklan di Facebook dan Instagram.
Telegram menipu investor kripto
Penipu membuat saluran palsu di Telegram dan menghasilkan uang dari pelanggannya. Korban dari salah satu saluran ini membuat obrolan grup dan menghitung kerugian setidaknya $500 ribu.
