Sebuah survei baru menemukan bahwa satu dari 10 orang Amerika berusia 18 hingga 34 tahun menginvestasikan sebagian pembayaran stimulus COVID-19 mereka ke dalam mata uang kripto.
Sekitar separuh responden menginvestasikan uang yang diterima dari pembayaran langsung. 15% berinvestasi di saham, 9% di reksa dana, dan 6% di ETF.
Sebagian besar anak muda Amerika (60%) menganggap mata uang kripto sebagai investasi jangka panjang yang aman. Survei tersebut menemukan bahwa pria dua kali lebih banyak daripada wanita yang berinvestasi dalam mata uang kripto.
Berlangganan ForkNews di Telegram untuk terus mengetahui berita terbaru dari dunia mata uang kripto
Berdasarkan materi dari cointelegraph.com
Baca juga
Cryptocurrency bisa mengungguli kelas aset tradisional pada tahun 2019
Dengan pasar saham dan pasar aset lainnya yang mengalami tren bearish, beberapa orang percaya bahwa mata uang kripto memiliki peluang untuk menjadi aset dengan kinerja terbaik tahun depan.
Tahap "Panik"? Apa yang ditunjukkan oleh grafik Wall Street?
Berinvestasi di pasar keuangan dapat dengan cepat menjadi rollercoaster emosional, dan Bitcoin tidak terkecuali.
