Sebuah survei baru menemukan bahwa satu dari 10 orang Amerika berusia 18 hingga 34 tahun menginvestasikan sebagian pembayaran stimulus COVID-19 mereka ke dalam mata uang kripto.
Sekitar separuh responden menginvestasikan uang yang diterima dari pembayaran langsung. 15% berinvestasi di saham, 9% di reksa dana, dan 6% di ETF.
Sebagian besar anak muda Amerika (60%) menganggap mata uang kripto sebagai investasi jangka panjang yang aman. Survei tersebut menemukan bahwa pria dua kali lebih banyak daripada wanita yang berinvestasi dalam mata uang kripto.
Berlangganan ForkNews di Telegram untuk terus mengetahui berita terbaru dari dunia mata uang kripto
Berdasarkan materi dari cointelegraph.com
Baca juga
Kesetiaan bertaruh pada banteng
Sehari setelah raksasa keuangan Fidelity memasuki pasar mata uang kripto, fund manager Mark Yusko memperkirakan bahwa industri ini akan menjadi pasar dengan pertumbuhan pesat berikutnya.
Strategi baru untuk berinvestasi dalam cryptocurrency dari Universitas Yale
Ekonom di Universitas Yale telah mengembangkan model untuk memprediksi harga Bitcoin berdasarkan perilaku mata uang kripto di masa lalu. Para ekonom telah mengidentifikasi dua faktor utama yang mempengaruhi harga Bitcoin.
