SBI Ripple Asia merupakan konsorsium yang akan menjajaki penggunaan teknologi buku besar terdistribusi (DLT) untuk sekuritas.
Konsorsium ini merupakan perusahaan patungan antara perusahaan investasi Jepang SBI Holdings dan Ripple Labs, yang mengembangkan protokol perdagangan Ripple. Konsorsium ini bertujuan untuk mempertemukan 18 perusahaan perdagangan sekuritas untuk meneliti dan mengkomersialkan teknologi baru, khususnya DLT, guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional.
Perusahaan yang akan berpartisipasi dalam inisiatif ini termasuk perusahaan ternama SBI Securities, Daiwa Securities, dan Nomura Securities. Selain itu, SBI Ripple Asia mengumumkan bahwa konsorsium akan membentuk kelompok kerja implementasi DLT untuk mengeksplorasi lebih jauh teknologi blockchain.
Melalui inisiatif ini, SBI Ripple Asia bermaksud untuk mempromosikan penggunaan teknologi blockchain dalam penyediaan layanan keuangan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh CoinDesk, SBI Ripple Asia mengadakan acara yang sukses pada bulan Maret lalu di mana 47 bank menggunakan protokol transaksi Ripple untuk transaksi antar bank.
Berdasarkan materi dari https://www.coindesk.com
Baca juga
Kelompok peretas Rusia-Ukraina ditahan di Spanyol
Pada tanggal 26 Maret, Associated Press melaporkan penangkapan sekelompok peretas Rusia-Ukraina, yang dituduh mencuri $1,24 miliar di seluruh dunia. Anggota grup mentransfer dana yang diperoleh secara ilegal ke dalam mata uang kripto BTC.
Semoga tangan investor tidak pernah gagal
Startup Blockchain Waves melakukan survei yang menunjukkan bahwa 77% investor kripto akan terus menginvestasikan tabungan mereka di kripto tahun depan.
