Pada tanggal 3 Oktober, pada konferensi Smart Ports & Supply Chain Technologies, yang diadakan di kota Rotterdam, Belanda, pengembangan “smart port” di Valencia, Spanyol, diumumkan.
José García De La Guía, Kepala Teknologi Berkembang di Pelabuhan Valencia, diberi wewenang untuk menerapkan Teknologi Buku Besar Terdistribusi (DLT) dalam bidang logistik untuk memanfaatkan siklus penuh pergerakan barang di pelabuhan.
Señor Guia menjelaskan manfaat teknologi untuk logistik: pengurangan jumlah kertas yang digunakan, pengurangan waktu pemeliharaan, dan pengurangan biaya keseluruhan. Ia juga menekankan bahwa teknologi ini akan digunakan di banyak pelabuhan internasional di masa depan:
Dimulai dari Valencia, kami mengusulkan untuk menggunakan blockchain sebagai pendekatan strategis untuk memberikan transparansi dalam rantai pasokan barang di pelabuhan, sehingga memperluas kemampuannya di luar pelabuhan kami. Artinya, kami berencana untuk menggunakan teknologi cloud tidak hanya dengan mitra kami di Port Community Systems, namun juga dengan semua pihak lainnya.
Perlu dicatat bahwa Valencia adalah pelabuhan tersibuk kedua di Mediterania berdasarkan volume, kedua setelah Pelabuhan Algeciras.
Konferensi Smart Ports & Supply Chain Technologies, yang diselenggarakan di Rotterdam, dihadiri oleh perwakilan dari Pelabuhan Valencia, Antwerpen (Belgia), dan Algeciras (Spanyol). Blockchain Labs for Open Collaboration, sebuah perusahaan yang berbasis di Denmark, juga bergabung dalam acara tersebut.
Titik balik dalam bidang logistik
Keunggulan unik teknologi Blockchain menjadikannya ideal untuk industri logistik dan rantai pasokan.
Kekekalan dan transparansi DLT memastikan kelancaran rantai pasokan dan memudahkan pemangku kepentingan untuk melacak barang yang dikirim di setiap tahap.
27 September 2017 juga mengumumkan peluncuran BlockLab, sebuah inisiatif bersama yang dilakukan oleh Blockchain Labs Kota Rotterdam dan Otoritas Pelabuhan Rotterdam di Belanda.
Berdasarkan materi dari https://btcmanager.com
Baca juga
Pemerintah Tiongkok menyerukan pengembangan blockchain yang lebih cepat
Dewan Negara Tiongkok yang sering memberikan kesan anti-digital, secara resmi telah mengarahkan otoritas keuangan lokal untuk fokus dan mempercepat pengembangan dan komersialisasi teknologi blockchain.
IOTA dan Audi mengadakan perjanjian kemitraan
IOTA Foundation mengambil pendekatan yang sangat menyeluruh untuk meneliti solusi transportasi di blockchain. Oleh karena itu, berita utama seperti itu sepertinya tidak akan mengejutkan siapa pun.
