Kelompok kerja konsorsium teknologi blockchain yang terdiri dari IBM, IPG Reprise Digital, Omnicom Media Group, Publicis Media, GroupM, CoinDesk, MAD Network dan lainnya telah menyiapkan kertas putih yang membahas permasalahan terkait teknologi blockchain.
Antara lain: “Apa itu blockchain?”, “Bagaimana cara kerja blockchain?”, “Bagaimana cara menggunakan blockchain dalam periklanan?”, “Apa saja kegunaannya?” dan “Teknologi apa lagi yang akan muncul setelah blockchain?”
Selain menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kelompok ini merinci misi dan modus operandinya untuk merevolusi periklanan. Contoh pedoman yang disampaikan oleh konsorsium antara lain gagasan bahwa periklanan harus bebas dari pencurian, penipuan, kehilangan dan penipuan; bahwa industri periklanan harus benar-benar transparan dan dapat dipercaya agar bisa sukses; dan bahwa blockchain dan mata uang kripto adalah dua teknologi terpenting yang dibutuhkan untuk membawa periklanan ke level berikutnya.
“Meskipun sering diabaikan, periklanan mendanai penciptaan Internet,” kata Cristiana Cacciaputi, CEO AdLedger. “Pada tahap awal, pendekatan yang didukung iklan berperan penting dalam penerapannya, namun juga membuat kita rentan terhadap masalah yang dihadapi industri saat ini, yaitu iklan berlebihan dan kurangnya kontrol privasi konsumen.”
Baca juga
Turkcell akan beralih ke blockchain global
Operator seluler terbesar di Turki, Turkcell, hari ini mengumumkan bahwa mereka akan berkolaborasi dengan konsorsium blockchain yang berkembang pesat, Carrier Blockchain Study Group (CBSG).
Google mengintegrasikan blockchain Ethereum
Layanan analisis data Google, yang disebut BigQuery, kini akan menampilkan informasi tentang blockchain Ethereum.
