Kelompok kerja konsorsium teknologi blockchain yang terdiri dari IBM, IPG Reprise Digital, Omnicom Media Group, Publicis Media, GroupM, CoinDesk, MAD Network dan lainnya telah menyiapkan kertas putih yang membahas permasalahan terkait teknologi blockchain.
Antara lain: “Apa itu blockchain?”, “Bagaimana cara kerja blockchain?”, “Bagaimana cara menggunakan blockchain dalam periklanan?”, “Apa saja kegunaannya?” dan “Teknologi apa lagi yang akan muncul setelah blockchain?”
Selain menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kelompok ini merinci misi dan modus operandinya untuk merevolusi periklanan. Contoh pedoman yang disampaikan oleh konsorsium antara lain gagasan bahwa periklanan harus bebas dari pencurian, penipuan, kehilangan dan penipuan; bahwa industri periklanan harus benar-benar transparan dan dapat dipercaya agar bisa sukses; dan bahwa blockchain dan mata uang kripto adalah dua teknologi terpenting yang dibutuhkan untuk membawa periklanan ke level berikutnya.
“Meskipun sering diabaikan, periklanan mendanai penciptaan Internet,” kata Cristiana Cacciaputi, CEO AdLedger. “Pada tahap awal, pendekatan yang didukung iklan berperan penting dalam penerapannya, namun juga membuat kita rentan terhadap masalah yang dihadapi industri saat ini, yaitu iklan berlebihan dan kurangnya kontrol privasi konsumen.”
Baca juga
George Friedman mengatakan bahwa Blockchain akan menjadi usang
George Friedman, seorang analis geopolitik yang dihormati dan penulis The Next 100 Years: A Forecast for the 21st Century, menyatakan bahwa teknologi Blockchain pada akhirnya akan menjadi usang.
Samsung meluncurkan platform blockchain keuangan
Samsung SDS, anak perusahaan Samsung Group yang menyediakan layanan teknologi informasi, meluncurkan platform keuangan elektronik baru berbasis buku besar terdistribusi yang akan dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI).
